Jumat, 06 Juli 2018
Rabu, 01 November 2017
PENCEMARAN
NAMA: Rizky Hari Triawan
KELAS: 2ic07
NPM : 26416604
PENCEMARAN AIR AKIBAT LIMBAH RUMAH TANGGA
Pencemaran air yang terjadi saat ini, khususnya sungai dan kali banyak
disebabkan oleh limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga, yaitu seperti
orang-orang yang tinggal di dekat sungai atau kali yang memanfaatkan air sungai
atau kali dalam melakukan aktivitas sehari-hari mereka, seperti mencuci baju,
mandi ataupun orang yang membuang sampah-sampah rumah tangga mereka sembarangan
di kali ataupun sungai.
Pencemaran air akibat limbah rumah tangga ini merupakan suatu permasalahan yang
sudah lama terjadi dan sampai kini masih belum dapat ditemukan solusi yang
tepat untuk menuntaskannya, pada saat ini permasalahan mengenai pencemaran air
yang diakibatkan oleh limbah rumah tangga masih dianggap suatu hal yang biasa
saja, padahal air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup dan merupakan
sumber daya yang harus dijaga dan dilestarikan. Pencemaran air ini dapat
memberikan dampak negatif, seperti yang sudah terjadi saat ini yaitu
kurangnya air bersih, makhluk hidup yang habitatnya di air atau laut banyak
yang mati karena habitatnya rusak oleh limbah rumah tangga tersebut, dan masih
banyak lagi. Oleh karena itu, peneliti memiliki keinginan untuk membahas
mengenai pencemaran air akibat limbah rumah tangga.
1.Pencemaran Air
Pencemaran air adalah perubahan
keadaan tempat penampungan air yang mengakibatkan turunnya kualitas air
sehingga air tidak dapat dipergunakan lagi sesuai peruntukan atau kegunaannya.
Perubahan ini diakibatkan oleh aktivitas manusia.
2. Pencemaran Air akibat
Limbah Rumah Tangga
Menurut
dirjen pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, sumber utama pencemar
air sungai di idonesia adalah limbah domestic atau rumah tangga. Limbah rumah
tangga mengadung limbah domestic seperti sampah organic, anorganik dan
detergen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan oleh bakteri,
seperti buah-buahan sayuran, dan daun-daunan. Sampah anorganik adalah sampah
yang tidak dapat diuraikan oleh bakteri, seperti kertas, plastic, gelas,
kain, kayu, logam, kulit, karet, dan lain-lain. Sampah atau limbah detergen
adalah limbah yang paling beresiko memberikan dampak pencemaran air.
3. Dampak Pencemaran Air
akibat Limbah Rumah Tangga
Pencemaran
air akibat limbah rumah tangga memberikan banyak dampak negatif. Berikut
beberapa dampak negatif tesebut:
1. Detergen
sangat sulit diuraikan oleh bakteri, sehingga akan tetap aktif dalam jangka
waktu yang lama di dalam air, pada akhirnya mencemari air dan meracuni
organisme air.
2. Penggunaan
detergen sacara besar-besaran yang meningkatkan senyawa fosfat pada air
sungai yang merangsang pertumbuhan ganggan dan eceng gondok.
3. Proses
fotosintesis yang terhambat akibat pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang
tidak terkendali.
4. Tumbuhan air
yang mati mengakibatkan pembusukan tumbuhan tersebut akan menghabiskan
persediaan oksigen.
5.
Proses
fotosintesis yang terhambat akibat tumpukan sampah anorganik
6.
Pengendapan
dan pendangkalan akibat material pembusukan tumbuhan.
7.
Berkurangnya
jumlah oksigen terlarut dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan
bakteri untuk melakukan pembusukan sampah
4. Solusi Limbah Rumah Tangga
Hal yang paling mendasar dalam menangani
limbah rumah tangga ini adalah perlunya ditanamkan kesadaran dari masyarakat
untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan berlaku bijak dengan limbah
rumah tangga yang dihasilkan mereka. Selain itu perlu diterapkan pengelolaan
sampah yang baik, perubahaan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, tidak
membuang sampah sembarangan khususnya sungai, kali, ataupun danau dan melakukan
3R ( Reuse, Reduce, dan Recycle).
5. Kesimpulan
Limbah rumah tangga
merupakan sumber utama pencemaran air. Pencemaran air akibat limbah rumah
tangga ini sangat memberikan dampak yang negatif seperti banyaknya organisme
air yang keracunan akibat limbah detergen, terhambatnya proses fotosintesis,
berkurangnya kandungan oksigen dalam air. Dalam menangani limbah rumah tangga
ini diperlukan kesadaran masyarakat dan tindakan bersama seperti pengelolaan
sampah yang baik, perubahan pola pikir dan gaya hidup, 3R (Reuse, Reduce,
dan Recycle) dan masih banyak lagi.
Selasa, 10 Oktober 2017
DAMPAK SOSIAL
NAMA : RIZKY HARI TRIAWAN
KELAS: 2IC07
NPM: 26416604
DAMPAK USAHA PETERNAKAN
AYAM BROILER
Akhir-akhir ini usaha peternakan ayam dituding sebagai usaha yang
ikut mencemari lingkungan banyaknya peternakan ayam yang berada di lingkungan saya
dirasakan mulai mengganggu oleh warga terutama peternakan ayam yang lokasinya
dekat dengan pemukiman warga.warga banyak mengeluhkan dampak buruk dari
kegiatan usaha peternakan ayam karena masih banyak peternak yang mengabaikan
penanganan limbah dari usahanya Limbah peternakan yang berupa feses, dan sisa
pakan serta air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran
lingkungan masyarakat di sekitar lokasi peternakan tersebut.peternakan ayam
broiler mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan karena tingginya
permintaan daging dan merupakan usaha yang sangat menguntungkan. Tetapi banyak
peternak masih mengabaikan masalah lingkungan, sehingga masyarakat
banyak yang mengeluhkan keberadaan usaha peternakan tersebut.Selain menimbulkan
dampak pencemaran lingkungan seperti polusi udara (bau), banyaknya lalat yang
berkeliaran di kandang dan lingkungan sekitarnya, dan ketakutan
masyarakat akan virus Avian Influenza atau flu burung (H5N1).
DAMPAK
POLUSI UDARA (BAU) sangat mengganggu masyarakat yang ada di sekitar kandang peternakan
ayam. dikarenakan kurangnya dalam pengelolaan limbah dan lalu lintas ayam paska
panen. Sebagai contoh keberadaan Sembilan peternakan ayam yang berada di kp
pengarengan deket pasar sebun meresahkan warga karena limbah peternakan ayam
tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap.Lalat timbul karena kurangnya
kebersihan kandang ayam. LALAT ini dapat menimbulkan berbagai masalah seperti mediator perpindahan
penyakit dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat,Lalat juga meresahkan
masyarakat yang tinggal di pemukiman yang dekat dengan peternakan
sehingga menimbulkan protes warga. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk
mengurangi keberadaan lalat.
MENGATASI MASALAH PETERNAKAN DAN MASALAH BAU
Untuk
mengatasi dampak usaha peternakan dan Permasalahan bau juga dapat diatasi
dengan memanfaatkan limbah ternak berupa kotoran ayam yang dapat diolah menjadi
biogas dan pupuk.dapat dilakukan dengan cara pemberian zeolit pada pakan,
penambahan kapur pada kotoran dan penggunaan mikroba probiotik starbio
pada pada pakan sehingga kadar amonia menurun sehingga dapat mengurangi bau
yang tidak enak, untuk mengurangi keberadaan lalat bisa dengan dengan
menjaga kebersihan kandang, dan bisa diberantas dengan cara biologis dan tehnik
Langganan:
Postingan (Atom)


